by LQ Hendrawan on Sunday, April 15, 2012 at 11:19am ·

Proses Kehidupan & Kematian Menurut Pikukuh Sunda
Bumi Dega 14 April 2012
Sampurasun.
1. Pohon Kalpataru = Pohon Hayat = Pohon Kehidupan = Pohon Keluarga = Family Tree

- - “Pohon Keluarga” adalah silsilah manusia dari masa lalu ke masa kini (hingga masa depan).
- - Matarantai keturunan (hubungan pertalian keluarga) yang telah, masih, dan akan berlangsung.
- Kalpataru, ialah pohon yang tumbuh di Sawargaloka. (*Sawaruga / Swaraga / Suwaruga / Suwarga / Surga, dll.)
- Arti “kalpataru” :
– Kala = Waktu
– Pa = Ruang / Tempat
– Taru = Tree / Pohon
* Ruang & Waktu adalah hukum “kehidupan”.
2. Surga, berasal dari beberapa kemungkinan kata :
- “Sawarga-loka” :
– Sa = Kebersatuan
– Warga = Keluarga
– Loka = Tempat
- “Suwaruga-loka” :
– Su = Sejati
– Waruga = Tubuh / Raga
- “Suwarga-loka” :
– Su = Sejati
– Warga = Keluarga
- “Swarga-loka” :
– Swa = Diri Sendiri
– Raga = Raga
- Beberapa catatan menyebutkan tentang keadaan “surga” : 1). Tempat tidur yang sangat nyaman, tentram, damai & penuh cinta-kasih serta kenikmatan. 2).Tempat yang menyediakan segala sumber makanan & minuman… dll.
3. ADAMAH & HAWA, merupakan tahap pembentukan raga tubuh manusia.
- Lemah = Tanah
- Apah = Air
- Adamah = Lumpur
- Hawa = Udara
- A-blas / A-blasa sekarang kita mengenalnya sebagai “I-blis”, artinya adalah “tidak dapat kembali / yang tidak dapat balik lagi” – (Tidak mem-Balas) ”.
- Adam & Hawa adalah :
- Kisah Adam & Hawa dalam Pikukuh Sunda tidak ada kaitannya dengan persoalan manusia pertama yang ada di planet Bumi, melainkan proses pembentukan manusia di dalam kandungan ibu hingga dilahirkan ke Bumi.
- ‘Lumpur’ (manusia) yang bertemu dengan udara (bernafas).
- Dzat Keras (Sari-pati Bumi) bersatu dgn Dzat Halus (Sari-pati Langit).
4. Kalpataru di Sawargaloka / Surga
- Pohon Hayat / Pohon Kehidupan itu maknanya adalah : “rahim tempat kandungan pada perempuan”
- Proses pem-BUAH-an terjadi pada Pohon Kehidupan / Pohon Hayat / Kalapataru didalam kandungan ibu.
- Janin, dalam bahasa Arab diumpamakan sebagai Jan’nah (*Surga/Sawargaloka)
5. “Kita” sudah ada sebelum orang tua kita bertemu. (Indung lanjang – bapa bujang urang geus magelaran).

- Keberadaan “sari pati hayati” sudah ada di alam sebelum raga (manu) hadir dalam kandungan ibu, bahkan sebelum menjadi sperma (mani) di bapa, sari pati hayati itu adalah :
- – Nabati & Hewani
- – Tanah, Air, Angin, Api,
- – Ruang & Waktu
6. Dari Mani Menuju Manu
- Pada laki-laki, dari sari pati makanan & minuman, “mani” yang sempurna terbentuk dalam waktu 40 hari (matang).
- Pada perempuan, mani berobah menjadi “manu” & terbentuk dalam waktu 7 / 9 bulan (matang).
- Bapak pembentuk “mani” (sperma) & Ibu pembentuk “manu”, keduanya melakukan proses pemindahan; dari Maniloka menuju Sawargaloka hingga terbentuklah POHON KELUARGA (Pohon Hayat / Kalpataru) dan kelak pada waktunya hasil pembuahan yang sudahMATANG harus turun dari pohon kehidupan itu untuk memasuki NARALOKA.
- Maka dari itu dalam Pikukuh Sunda dikatakan : “Bapa Tangkal Darajat, Indung Tunggul Rahayu”.
7. Dari Surga Turun ke Neraka
Seperti halnya istilah Sawargaloka yg menjadi ”Surga”, demikian pula dgn Neraka berasal dari kata Naraloka
- Naraloka / Naraka artinya; “tempat yang disinari oleh matahari / terkena cahaya matahari”.
- Contoh penerapan istilah “NAR” :
– Sinar = Sumber Cahaya
– Benar = Terang
– Tenar = Cemerlang / Bersinar
- Lunar = Bulan (satelit yang tersinari oleh matahari)
- Di Jepang terdapat kuil NARA yang artinya Kuil Matahari.
- Dalam bahasa Arab; Nar diartikan sebagai “Naraka / Neraka / Naraloka”.
- Manusia yang telah ‘turun’ (keluar) dari Sawargaloka (rahim ibu) akan tersinari oleh matahari dan terkena hukum kehidupan.
- Naraka / Neraka adalah konsep ruang & waktu yang jadi pengikat kehidupan ragawi.
- Naraka terbagi 7 lapis (waktu), dan wujud yang terdalam adalah “sengsara / nelangsa”yaitu suatu kondisi batin yang sangat luar-biasa.
8. Dari Naraloka Menuju Nirwana
- Nir = Tanpa / Tidak
- Wana = …istilah untuk kehidupan yang bersifat (berwatak) duniawi.
- Nirwana = tidak terkena oleh hukum kehidupan atau terbebas dari ikatan keduniawian.
- Manusia harus kembali kepada Yang Maha Kuasa tanpa membawa “dzat maupun sifat”keduniawiannya (MOKTA / MOKSA).

9. KESIMPULAN
- Manusia tidak boleh melupakan jati-dirinya yang tertera dalam KALPATARU (Pohon Hayat / Pohon Keluarga / Family Tree).
- Surga & Neraka merupakan kata lain dari “kembali memasuki kehidupan duniawi” (REINKARNASI) atau tidak dapat memanunggal dengan Yang Maha Kuasa.
_/|\_ Tabe Pun
Rahayu Sagung Dumadi
Unlike · · Share
-
- 4 shares
-
-
Andre IsakandarKalimantan menyebut Wanita Ulloh;dan itu dimulai sejak Islam belum hadir keNusantara;ctt Hindu Kalimantan adalah bertuhan pada Durga,atau wanita sebagai Tuhan,seperti juga Padang dan ketuhanan wanitanya;dalam scenario Islam sejatinya Wanita/Ibu/Istri/anak wanita/janda dsb.(asal wanita adalah malaikat Munkar;pemilik sura alfatihah,1-7,10 izmul azom(-),14 baraka/karamah sejak lahir sampai mati) sebenarnya disebut wanita= simata surat,lelaki/suami(asala maujud lelaki dari malaikat NAkir;pemilik surat Al Zukruf30-46;pemilk 10 izmul azom(+),peemilik 9 baraka/karamah+5 salat =14 barakahsuami=; simata Ummat,anak disebut simata Mahsyar(ctt Univesitas Al Azhar Al Kairo Mesir)semuanya memiliki jalan Reinkarnasi dalam Islam disebut Al TAnasuk(sebenarnya hanya pembagian waktu 7April 15 at 11:47am · Unlike ·
6 -
LQ Hendrawan yah ternyata… boleh jadi sama… bedanya ‘di sana’ masih berupa tulisan (tekstual) ‘di sini’ sudah berupa gambar (visual) bahkan sudah ‘disenikan’ (artistik) dalam berbagai sajian…jika kita teliti dng cermat (mempertimbangkan & memahami) gambaran “kalpataru” di candi-candi… boleh jadi rasa menghormati & menghargai kpd leluhur bangsa kita akan tumbuh dgn sendirinya…
April 15 at 12:24pm · Unlike ·
6 -
Situngkir Besly Mohon maaf ikut memberikan tanggapan, tetapi ini hanya sebuah pemikiran saja. terkadang saya merenung2, bahwa sistem matrilineal yg dianut masyarakat minang adalah sebuah Langkah Antisipasi di masa depan yg diciptakan Leluhurnya, agar keturunannya tidak benar-benar kehilangan jati dirinya.April 15 at 12:28pm · Like ·
3 -
LQ Hendrawan Situngkir Besly… atau… boleh jadi pengertian matrilineal itu tidak bermakna “biologis” (fisik manusia)… bisa jadi sebenarnya lebih kepada nilai2 konsepsional… MA INANG KABAU yg artinya “meng-ibu kepada kerbau” yg maksud & maknanya : MENGINDUK KEPADA KESUBURAN atau pertanian….
April 15 at 12:34pm · Unlike ·
7 -
Hendra Hendarin Wah, bagus, sistematis dan terasa logis, makasih Kang.Sedikit tambah opini tentang Sorga, sepakat, bahwa salah satu perspektifnya adalah swaraga dalam arti bahwa sorga adalah kesenangan ketenangan (blissfulness) jiwa sebagai hasil pembelajaran ruh dari sekian kali reinkarnasi.
Namun setelah sekian lama, sorga juga terlewati, karena pada ujungnya akan tiba pada proses manunggal, dimana tak ada lagi dualisme sorga atau neraka, namun mencakup keduanya, tak ada lagi rasa bahagia (happiness) atau gelisah/sedih (misery), sudah “lempeng”, tak senang karena mendapat tak sedih karena kehilangan, karena keduanya adalah bagian tak terpisahkan dari hukum jagat semesta. Atau istilah populernya “tak silau oleh sorga tak takut oleh neraka”.
April 15 at 12:40pm · Like ·
3 -
Hendra Hendarin tentang mani dan manuBISMI iLLAHi, atas nama (kehendak/kekuasaan) illahi (maha pencipta) yang menjadikan ROH melalui MANI kedalam RAHIM. lalu mengkreasikan ORANG (MANU).
Manu adalah bentukan hanya berdasar DAYA (energi, chi, kuasa penci…See More
April 15 at 12:49pm · Like ·
5 -
Situngkir Besly Bisa jadi Pak, karna kenyataan Alamnya yg luar biasa subur.
Tapi yg saya maksud di sini, jikalau Falsafah utama yg dipegang masyarakat minang adalah ” Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah : Adat yg berpatokan pada Syariah, Syaria…See MoreApril 15 at 12:54pm · Like ·
7 -
LQ Hendrawan bisa jadi seperti itu…”sebuah benteng pertahanan budaya”…
April 15 at 1:50pm · Like ·
4 -
Hady Sindupraja Nyakseni paman_/\_ Ahuuuuung…’ Semoga kelak generasi kita..terlepas dari dogmatisir, dan tumbuh menjadi generasi yg cerdas,logis & tak akan pernah meninggalkan ajaran leluhur nya. Haturnuhun, Tabe pun…RahayuApril 15 at 2:13pm · Like ·
4 -
Budi Akil Kantun tatacara syukur nikmatna nu keudah ngancerminkeun para pertiwi..
mugia mang LQ kapendak sloka peradaban kanggo kapayun.
supados dina kabinekaan di lemah cai teu karumpak ku deungeun./TABE PUN\
April 15 at 2:34pm · Like ·
4 -
Alphada Satriansa kala.. kali.. sesuatu yang mengalir.. flowing.. flower..
aliran kehidupan.. flower of life.. tree of life.. fruit of life.. kalapataru..kala-warga.. aliran soul clusters..
hawa.. kosa kata ini memang bukan asli kosa kata arab.. asal sebelum arab adalah dari bahasa ibrani.. pun.. hawa ~ eve yg dng ucapan sansakerta dekat dengan evhe.. ewe.. awewe.. (energi feminin)
adam dan hawa.. ketika energi maskulin dan feminin menyatu kembali dengan cara yang lain.. (maskulin dan feminin sendiri jelmaan dari >>sumber<< yang sama.. (0) = (+1) + (-1))
maka terciptalah dunia kehidupan bercahaya.. nur.. nar.. self-sensing..~~~
nampaknya memang bahwa SANSAKERTA merupakan bahasa spiritual nenek moyang kita.. maka jika kita hendak mengenali jati diri kita maka kita harus kembali pada pemaknaan kode-kode SANSAKERTA.. san ~ menerangi.. kerta ~ proses.. san-sa-kerta ~ proses menerangi.. sesuatu yang membawa terang.. menerangkan..
pada masa Majapahit (Kemaharajaan Pura Hitta) dan sebelumnya Sansakert masih digunakan sebagai ekspresi sastra lihur dengan aksara varian dewanagari yg beraksara 33.. dan aksara inilah yg dipakai di lontar2 dan prasasti jaman Majapahit dan pra-Majapahit..
telah terjadi pemutusan informasi pada generasi pasca kejatuhan Majapahit dimana mulai diperkenalkan aksara hanacaraka yg hanya beraksara 20.. dengan sepaket dogma aji saka yg mana kisah aji saka sendiri baru muncul pada jaman kemudian (kisah ini tidak ada tercatat di literatur2 Majapahit dan sebelumnya).. dan diseolahkan seumuran dengan penanggalan saka..
maka itu perlu kita kembali kepada Sansakerta untuk mengembalikan kejayaan Nusantara.. JAYAKARTA..!!
April 16 at 6:06am · Like ·
4 -
Andre Isakandardalam ritual of live;kita orang rajin mendata diri sendiri dimanapun;tetapi kalau kita memahami NAg HAmida buku yang ditulis jaman Sumeria,dan ditemukan diSungai Nil;dan semua kitab tersebut menjadi pelajaran rahasi Vatican,maupun pelajaran Kristen khusus Paus Paulus-pelajaran sederhana sekali;bahwa manusia bisa masuk kesurga dengan tubuhnya-hanya sa tidak perlu jalan kematian seperti yang tertera dalam kitab2 suci;hal yang harus dikerjakan kamu harus main dengan Iblis ttetapi yang menang haruslah Imanmu atau tubuhmu;Nag Hamida memiliki berbagai persamaan paralel/HAmd/Amida/Sura Kahfa/Berdiction//purana/Veda/Budha potiton/Martial arts-principles/total eclipse of years/tawaf kaba as rukn/law yamani/moon 18/18 count/day/week/month/years/;salam/salom/peace alekomApril 16 at 12:15pm · Unlike ·
4 -
Andre Isakandar yang unik adalah hidup ini paralel dengan surga;kalimat kuncinya hanya magh-sih-giht/kosa kata sunda untuk mesjidApril 16 at 12:17pm · Like ·
3 -
Budi Akil Para kesatria kematian adalah warisan untuk bangsanya.
para jiwa suci hidup untuk semesta alam.
rahayu.April 16 at 12:33pm · Like ·
2 -
Andre Isakandar Uci ai bisa maneh euy asup kadinya;urang geus nyoba sagala kabisa;tentang segala tataran yang ada tertinggi didunia dipelajari-uing gagal,tetapi harus ada yang difikirkan kalau mau masuk kadinya-pikiraneta nu can kapanggih-ngan nepi ka hari Allah,langkah mohamad-teu bisa leuwihApril 16 at 12:39pm · Like ·
2 -
LQ Hendrawan mang andreyyyy… plisss… coba pake bahasa Indonesia saja… saya jadi lieur menghartikannyah…
April 16 at 4:30pm · Like ·
3 -
Galih Rakasiwi Nun Kang LQ Hendrawan … kalo boleh tau Apa perbedaan dari Sagara – Banyu – Apah – Tirta dan Cai ? _/|\_April 16 at 4:34pm · Like -
LQ Hendrawan waaaaa… kamu membuat saya jadi “ning-nang” padahal saya teh lagi nyanteyyy….nagara = wilayah agraris
sagara =wilayah maritim / sa-mudra
banyu = yang memberikan rasa dingin
apah = air
tirta = air
cai = kemilau yg ada dipermukaan air….ada pertanyaan yg lebih susah nggak…heuheuheu
April 16 at 4:41pm · Like ·
3 -
Galih Rakasiwi heuheuheuh .. Hampura Kawula Nun _/|\_ … Hatur Nuhun Katampi Nun … mangga dilajeng ngovay nyahhh .. _/|\_ RahayuApril 16 at 4:43pm · Like ·
1 -
Andre Isakandar;Uci masuk ke alam Surga yang paralel dengan Dunia hidup ini dari buku Nag Hamidam seperti yang saya tulis;coba punya 1 delik pemikiran nabi-apabila anak saya NAbi,jadi siapakah saya/dajjal mata satu=tiap mata kamera menggambarkan semua-jalan kaki sambil sebut dalam hati MAgh Sih Git-harus masuk surga dengan badan kita/pindah dimensi-saya gagal banyak kepentingan sahabatan yang belum selesai baru tahu=Hari Allah Langkah MuhamadApril 16 at 5:05pm · Like -
Iman Suryanata maaf kang Uci, ada pertanyaan susulan,
seperti yg telah di jelaskan bahwa dalam perjalanan manusia berakhir Moksa / Mokta yang artinya manunggal dgn yang Maha Kuasa,
dalam diri seorang manusia terdiri dari beberapa Unsur yaitu diantaranya Ruh, Nyawa, Jiwa, Rasa, dsb,
yang ingin di pertanyakan, Unsur yang mana dari diri kita yang akan Moksa / menyatu dgn yang Maha Kuasa ?
Hatur nuhun sateuacan naApril 16 at 5:18pm · Like -
LQ Hendrawan semua unsur yang disebutkan di atas merupakan komponen atau pelengkap untuk sebuah “keberadaan” (eksistensi) kehidupan duniawi yg menyatu pada tubuh… maka yang harus mokta adalah
“ketiadaan-nya”….oleh sebab itu segala unsur keberadaan tidak boleh mengikat ketiadaan…
celakanya kita senantiasa menolak ketiadaan dan lebih menyukai keberadaan yg pasti terikat oleh ruang dan waktu… ketiadaan itu “tanpa ruang & tanpa waktu”…atau mudahnya sebut saja ‘kersa’ harus pulang kepada yang maha kersa (0) seperti pada proses awalnya…
_/|\_rahayu
April 17 at 7:04am · Like ·
5 -
Arayata RacingPaman,hampurasun…saya tidak bisa hadir,karena ngadak2 harus miting sama esbeye untuk bageymana caranya membuat bengsin tina ciki’ih…yang akhirnya gagal,mobil bukannya maju tapi ngadon bau hangseur. …See MoreApril 17 at 8:12am · Like -
LQ Hendrawan my dear @ Arayata Racing … coba dengarkan isi pesan pada rajah :
“lulurung 7 ngabandung…ka 8 keur disorang… ka 9 heuleut-heuleutan… ka 10 raja bantala…”artinya; secara angka / hitungan / yg terhitung itu hanya ada 1,2,3,4,5,6,7 sedangkan ke 8 adalah invinity (tidak terhingga) – 9 adalah pusaran yg tidak ada akhirnya (seperti keong) dan ke 1-0 merupakan konsep kemanunggalan… okey bray…
@ Iman Suryanata : komplitna mah aya dina kecap… “ya pinanggih permana… para malenyep ngarana”.
_/|\_rahayu
April 17 at 8:49am · Like ·
6 -
Arayata Racing oww..iyah,seperti 3 dintena,7dintena lalu 4-0 …. 1-0-0 manunggal..kersa…nuhun my uncle…eta ku hilap text rajah na,coba kalow dari SD kita dibeikan mata pelajaran rajah,pasti moal poek. @iman,kade sanes kecap bango atow abc,nya….semangaadddApril 17 at 8:57am · Like ·
2 -
Iman Suryanata Kang Uci : haduh teu ngartos deui tah naon hartosna ?
Mang Dudy : wkwkwk nu pasti mah kecap no.1 sanes kituApril 17 at 9:18am · Like -
Iman Suryanata upami jengkol jeung peuteuy nomer ka sabaraha ?… mangkaning etamah paling paporitApril 17 at 12:48pm · Like -
Gavin Wh Om Uci, mau bertanya om.. Mengapa ‘neraka’ dalam ajaran agama modern diartikan sebagai tempat penyiksaan akhir? Adakah kesalahan atau memang ada perbedaan pandangan. Nuhun om, sampurasun..April 17 at 7:47pm · Like ·
1 -
Heri Hermanto Sampurasun
hatur nuhun, Mang..pria & wanita – man & woman – male & female
woman > Womb man ?
…See MoreApril 17 at 10:34pm · Like ·
1 -
LQ Hendrawan@ Gavin Wh … yg modern itu boleh jadi salah menafsirkannya… terutama dalam hal “re-inkarnasi” (surga / naraka) yg tidak terpahami oleh para penganut agama modern… sebab suatu perjalanan hidup + realitanya hanya terbagi 2 (sepasang) y…See MoreApril 18 at 7:34am · Like ·
2 -
Andre Isakandar agama kaum muda sekarang disebut New Age,beragama pad hal2 yang mysterius dan tak terjawab science,AGAMA KAUM MUDA ChiMonday at 10:52am · Like ·
1 -
Hendra Hendarin Ya betul, “langit” terakhir adalah langit ke 7, setelah nada ‘si’; maka balik lagi ke ‘do’; semesta ini adalah lautan gradasi vibrasi, yg dikategorikan ke tujuh lapis vibrasi; setiap vibrasi terdiri dari memiliki sistem kelipatan vibrasi atau oktaf;sapat (saptu) di dinten ka tujuh, mulih deui ka dinten ka hiji.
delapan itu ruh -angin, dari semuanya
dan SELAPan, hanya NYELAP saja sebelum kembali ke nol dan satuMonday at 11:16am · Like ·
1 -
Andre Isakandarsemua daya kemampuan baik leak bali /lemu kalimantan/sela=leak Islam lombok/pokopok sulawesi/begig Jawa/jenar Sumatra/heb dih Maluku/kingkih NTT/Bihdik NTB/Voodoo Afrika/Santeira Amerika Selatan,Ku/Wa dari China semua kelas pangleakan/pan…See MoreMonday at 11:24am · Like -
Heri Hermanto Mang Uci, arti dari “raja bantala” itu apa..?
sy cari2 di kamus Sunda, tidak ketemu, padahal di sampul depannya tertulis besar “Kamus Lengkep SUNDA-INDONESIA INDONESIA-SUNDA SUNDA-SUNDA”.. penipuan demi promosi penjualan.. hehe
hatur nuhun.. _/\_Monday at 7:33pm · Like -
LQ Hendrawan @ kang Heri Hermanto 10 raja bantala itu adalah setara dengan “penguasa tunggal” atau boleh jadi maknanya “kemanunggalan” / kesatuan absolut / mutlak.23 hours ago · Like ·
2 -
Heri Hermanto mungkin dalam tahapan proses kelahiran manusia, “10″ : 1 (keris) manjing 0 (warangka)..manunggal, setelah melalui proses heuleut2an di 9.. mungkin seperti itu ya, Mang ? hampura bilih sim kuring salah21 hours ago · Like
-










Reblogged this on bandungpvj and commented:
awesome artikel