Proposal Resume
INTERNATIONAL CONFERENCE ON NATURE, PHILOSOPHY AND CULTURE OF ANCIENT SUNDA CIVILIZATION
( Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity )
Theme:
Cultural Revitalization of ”The Forgotten Kingdom and the Lost Continent”
Venue:
Hotel Salak & West Java Representative Building at Bogor (Karesidenan)
Bogor-Indonesia, October 25-27, 2010
Background and Considerations
Indonesian people today, like some enlightened person in the whole world are in seeking process for finding the new worldview/paradigms for their life. This enterprises driven by the factual problems and multidimensional crisis of modern human life caused by materialism-secular way of live.
Along with undeniable its benefits, modern science has also brought in its wake a host of unforeseen problems. Over population, mass poverty, environmental pollution, ecological degradation, global warming and climate changes, and its invention of mass destructive weapons, all threaten us with disaster that far outweigh whatever blessing science ha so far conferred.
Learning from the history of world civilizations and contemplate the multidimensional crisis of modern man, many people in the West were starting to looking for Eastern Wisdom and Spiritual Traditions in Asia. Indonesia, as a core lands of South East Asia, was the important site of the birth place and nurturing habitues of many religious and spiritual traditions and civilizations. Prof.Dr.Arisyo Nunes des Santos from Brazil has done some breakthrough with his hypothesis of “The Lost Atlantis Has Finally Found (in Indonesia)’. Also Prof.Dr.Stephen Oppenheimer has done the same amazing works on human genome (DNA) research titled : “Eden in The East, The Drowned Continent in South East Asia.” Both of such works maybe also have coherence and correspond to the recent developments in new physic sciences (Quantum Physics) and Philosophia Perennis worldview heritage.
At the same time there are many mystery and questions regarding the real history of many archaeological sites which spread in many place in Indonesia lands that have to discovering and exploring more serious and more deeply. One of this sites are Batu Jaya Sites at Karawang, West Java Province. This sites, we hope, can opening the answers of that mystery and questions related to Tarumanagara Ancient Kingdom that has a canals & maritime civilizations which indicated by that archaeological sites inventions.
All of that consideration lead us to held some serial international conference on Ancient Sunda Lands Civilization and following research enterprises that will be giving benefits for our future, both in Indonesian scope as well as for humanity in global world dimension and Reconstruction a new peace world civilization.
SC
———
PEDOMAN
Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity
INTERNATIONAL CONFERENCE ON NATURE, PHILOSOPHY AND CULTURE OF ANCIENT SUNDA CIVILIZATION
(INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUNDANESE CULTURE)
Bogor, October 25 – 27, 2010
- I. Latar Belakang
- Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1983). Makna kebudayaan: 1) sebagai nilai-nilai yang menjadi pola atau pedoman hidup bagi tingkah laku manusia, 2) sebagai suatu sistem norma dan nilai dari suatu masyarakat yang berorganisasi yang menjadi pegangan bagi masyarakat tersebut, serta 3) sebagai kepribadian yang berkaitan dengan proses penyesuaian terus-menerus dengan sistem nilai (Umar Kayam, 1981). Menurut UUD’1945, ditegaskan bahwa pemerintah ingin memajukan kebudayaan Nasional. Kebudayaan Nasional Indonesia merupakan puncak budaya daerah. Oleh karena itu, dalam memajukan kebudayaan nasional perlu dikembangkan dan ditumbuhkembangkan budaya daerah yang relevan dan menunjang pembinaan kebudayaan nasional. Semua ini bukan saja sebagai tanggungjawab pemerintah, melainkan juga sebagai tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia;
- Untuk itu, misi pertama pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat periode 2008-2013 adalah mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing dengan tujuan mendorong masyarakat ke arah peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kompetensi kerja. Dengan demikian diharapkan tercapai masyarakat Jawa Barat yang sehat, berbudi pekerti luhur serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, dasawarsa kini hingga 2015 secara internasional telah disepakati sebagai Millennium Development Goals (MDG’s). Secara singkat MDG’s berisikan upaya pengurangan kemiskinan dan pencapaian kesejahteraan bangsa-bangsa atau bermakna pula sebagai tonggak bagi pencapaian kemajuan peradaban dunia diantaranya melalui peningkatan kerjasama global;
- Untuk mencapai hal tersebut diperlukan revitalisasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang bersumber dari warisan masa lalu dan perkembangannya di masa kini. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal suatu masyarakat berkembang dari hubungan antara alam, filsafat dan kebudayaan yang dicapai pada suatu periode. Kebudayaan suatu masyarakat sangat erat dengan alam tempat masyarakat tersebut tumbuh berkembang, filsafat yang dianut masyarakat tersebut, dan kebudayaannya yang telah dicapai di masa lalu. Oleh kerana itu, informasi tentang kebudayaan lokal, kondisi alam dan filsafat yang dianut serta budaya di masa lalu perlu disebarluaskan sebagai bahan untuk revitalisasi budaya guna membangun ketahanan budaya;
- Dalam hubungan tersebut diatas, dalam rangka penguatan kebudayaan Nasional, masyarakat Jawa Barat dengan salah satu cirinya adalah kebudayaan Sunda perlu melakukan reinventing maupun revitalisasi budaya dari dua isu penting: “Atlantis” dan “Tarumanagara”. Atlantis yang pertamakali diberitakan oleh Plato (428 SM – 348 SM) sudah dicari orang setidaknya sejak masa Bacon (abad 17 M) hingga Himmler di tahun 1939. Wacana pencarian Atlantis ramai kembali sejak Santos di tahun 2005 dalam bukunya yang berjudul “The Lost Atlantis Finally is Found” berkesimpulan bahwa wilayah yang secara geologi-geografis disebur Sundaland (Indonesia) adalah letak the lost Atlantis itu. Pendapat Santos ini diperkuat oleh Oppenheimer berdasarkan studi gen (DNA). Kenyataan ini di tanah air telah mendorong beberapa diskusi dan upaya menghidupkan kembali wacana Atlantis dengan hipotesis yang kuat bahwa kawasan Indonesia (Sundaland) sebagai lokasi Atlantis. Sundaland secara geologi boleh disebut sebagai “continent” sehingga pencarian Atlantis adalah pencarian “the lost continent”;
- Sementara itu, kerajaan Tarumanagara (358-669 M) selama ini dapat dikatakan terlupakan (the forgotten kingdom) kecuali di kalangan para peneliti dan otoritas pengelolaan peninggalan (Pemerintah dan Pemda terkait). Bagaimana tidak, jika seorang peneliti Perancis sudah melakukan penelitian di Situs Batujaya yang diduga kuat sebagai peninggalan era kerajaan Tarumanagara, kita masih sedikit meneliti dan mengapresiasinya. Padahal, berdasarkan bukti-bukti yang ada, implikasi penemuan Situs Batujaya ini sangat penting bagi perkembangan kepurbakalaan atau masa transisi dari pra-Sejarah ke masa sejarah bangsa Indonesia, Jawa khususnya. Hal ini terkait pula dengan pembangunan jatidiri bangsa. Catatan sejarah Tarumanagara yang ada menunjukkan pembelajaran yang penting, baik untuk reinventing maupun revitalisasi budaya dari capaian salah seorang penguasanya yang termashur, yaitu Raja Purnawarman (395-434 M). Sedikitnya ada 3 area tapa brata (kerja untuk memajukan bangsa atau masyarakat) dari Purnawarman yang perlu diteladani, yaitu: 1) pengelolaan air dalam bentuk pemeliharaan sungai-sungai, pembangunan sarana irigasi, dan sarana transportasi air (pembangunan kanal), 2) pembangunan pertanian, pemukiman, dan pemeliharaan kawasan konservasi yang penting untuk kehidupan, terutama hutan dan kawasan perairan; 3) dan penghormatan kepada para pemuka agama (agama) dan contoh budaya bersyukur (berkurban) setelah mencapai keberhasilan sebagai ciri atau karakter kepemimpinan (leadership) yang penting. Upaya untuk reinventing dan revitalisasi budaya dari masa kerajaan Tarumanagara perlu dilanjutkan dalam rangka pembangunan kembali kejayaan bangsa.
- Kata “Sunda” mulai digunakan oleh raja Purnawarman pada tahun 397 untuk menyebut ibukota Kerajaan Tarumanagara yang didirikannya. Dalam naskah historis penyebutan “Sunda” merujuk pada ibukota Kerajaan Tarumanagara yang bernama Sundapura. Kerajaan Tarumanagara merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara sebagaimana dibuktikan dalam prasasti dan berita naskah kuno terkait. Letak tepat kota Sundapura masih menjadi penelitian para ahli, apakah di Jakarta, Bogor, Bekasi atau Karawang sekarang. Namun demikian, di Karawang terdapat situs percandian Batujaya yang menunjukkan tumbuh kembangnya kebudayaan sejak abad 2 Masehi hingga abad 12 Masehi yang mendukung kehadiran Kerajaan Tarumanagara yang terkenal dengan kemakmurannya.
- Memperhatikan kondisi fisiografi Jawa Barat sangat dimungkinkan sebagai wilayah pilihan tempat pemukiman manusia sejak jaman dulu, sehingga sangat potensial dengan tinggalan budayanya, mulai dari masa prasejarah, Hindu Budha, Islam, kolonial hingga kemerdekaan. Gugusan bagian barat Pulau Jawa (Jawa Barat) dikenal lebih dulu dibandingkan dengan gugusan tengah dan timur Pulau Jawa, sehingga dapat dipahami apabila dalam peta-peta kuno digunakan istilah “Sunda” dalam penyebutan paparan di sekitar Pulau Jawa. Istilah-istilah dalam bidang geografi-geologi yang menggunakan kata “Sunda” diperkenalkan oleh pendatang atau penjelajah Barat dari Eropa;
- Saatnya kita menemukan dan merevitalisasi tinggalan-tinggalan, capaian-capaian, nilai-nilai, atau pesan-pesan dari wacana the lost continent (Atlantis) dan the forgotten kingdom (Tarumanagara). Identifikasi manfaat yang dapat diperoleh dari upaya tersebut memiliki potensi besar untuk menemukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya tinggi di masa lalu dan mampu bangkit kembali mencapai peradabannya kini dan kedepan.
- Perkembangan perbaruhan manusia memungkinkan terjadinya berbagai perubahan di berbagai tata kehidupannya, yaitu pola kehidupan, peralatan hidup yang digunakan untuk keperluan hidup dan juga lingkungan tempat mereka menetap serta budaya mereka. Hal tersebut juga terjadi pada masyarakat Sunda dan budayanya meskipun yang dikenal sangat dinamis. Salah satunya karena posisi geografis dan fisiografis wilayah Sunda sangat strategis di posisi tengah pergaulan dunia dan derasnya globalisasi teknologi dan informasi. Percepatan Akulturasi budaya Sunda juga didukung oleh tingkat pendidikan masyarakat Sunda yang semakin baik. Dimana akulturasi budaya pada masyarakat Sunda yang memiliki keterbukaan yang tinggi untuk menerima berbagai budaya lain yang datang dan beradaptasi di lingkungan Sunda.
- Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, pada Oktober 2010 akan menyelenggarakan konferensi internasional tentang alam, filsafat dan budaya dari peradaban Sunda di masa lalu dengan tema “Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity” dan sub tema: “Cultural Revitalization of the Forgotten Kingdom and the Lost Continent” pada tanggal 25-27 Oktober 2010 di Kota Bogor. Berdasarkan berbagai pertimbangan, keseluruhan kegiatan tersebut diberi judul: “Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity, International Conference on Nature, Philosophy, and Culture of Ancient Sunda Civilization (International Conference on Sundanese Culture).
- II. Dasar Kegiatan
- Undang Undang Dasar 1945 Pasal 32, tentang Pemerintah Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia;
- Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya;
- Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Conservation for the Safeguarding of The Intangible Cultural Heritage Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda.
- Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 42 Tahun 2009/Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pelestarian Kebudayaan
- Peraturan perundang-undangan lainnya serta konvensi-konvensi internasional yang relevan
- III. Maksud dan Tujuan
Maksud kegiatan ini adalah pencarian kembali (reinveting) nilai-nilai positif yang berkembang dari hubungan antara alam, lingkungan, filsafat dan kebudayaan lokal masyarakat Sunda masa lalu yang diproyeksikan (revitalisasi) pada masa sekarang guna penguatan dan peningkatan budaya lokal dan nasional untuk berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, kemajuan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal, nasional dan global.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah:
- Sebagai wadah pertemuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam sehingga menimbulkan kesadaran dan perencana bersama, serta kreativitas didalam menjadikan nilai-nilai positif capaian kerajaan Tarumanagara dan wacana benua Atlantis yang hilang berada di Sundaland untuk pembangunan budaya masyarakat di tingkat lokal, nasional dan global;
- Merevitalisasi budaya atas capaian budaya kerajaan Tarumanagara dan wacana Atlantis benua yang hilang berada di kawasan Sundaland (Indonesia) melalui serangkaian kegiatan seminar, pameran dan kunjungan lapangan ke Situs Batujaya, Karawang, Jawa Barat.
- IV. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan konferensi adalah konferensi, pameran dan kunjungan lapangan ke Situs Batujaya Kabupaten Karawang.
- V. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Rencana waktu dan kegiatan Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity, International Conference on Nature, Philosophy and Culture of Ancient Sundanese Civilization dilaksanakan pada :
Waktu : 25 – 27 Oktober 2010
Tempat : Kota Bogor & Kabupaten Karawang
- VI. Topik Materi, Penyaji , dan Moderator
Topik materi, penyaji/pembicara dan moderator dalam konferensi dan kunjungan lapangan (field trip) ke situs Batujaya ini adalah sebagaimana pada tabel dibawah ini.
| NO | TEMA MATERI | PENYAJI | MODERATOR |
| 1. | The Role of UNESCO on Cultural Diversity | Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd | Kadisparbud Provinsi Jawa Barat |
| 2. | Pengembangan Kebudayaan di Indonesia melalui Revitalisasi kebudayaan daerah | Prof. Dr. Edi Sediawati | |
| 3. | Pelestarian dan Pengembangan Warisan Budaya | Dr. Junus Satrio | |
| 4. | Implementasi Program Kebudayaan di Jawa Barat | Wakil Gubernur Jawa Barat | Oman Abdurahman |
| 5. | Sunda Bihari-Kamari-Kiwari-Baring Supagi (Sunda Masa Silam, Masa Lalu, Masa Kini dan Masa yang akan Datang) | H.R. Hidayat Suryalaga | |
| 6. | Archeology and Cultural Values in Batu Jaya Sites[1] | Dr. Hasan Djafar | T. Bachtiar |
| 7. | The History of Canal Civilization between Persia, Sriwijaya and Tarumanagara[2] | Okki S. Jusuf | |
| 8. | Book Review on “The Lost Atlantis Finally is Found” and Sundaland Civilization Sites according to Prof.Dr. Arisyo Nunes des Santos | Dr. Frank Josef Hoff | Ahmad Y. Samantho |
| 9. | The Discovery of Perennial Philosophy from the Ancient Civilization, Traditions and Local Indonesian Culture to Solve the Core Problems Modern Human Life | Prof. Dr. Harry Oldmeadow | |
| 10. | Eden in the East : The Importance of Sea Level Changes over the Sunda Shelf in the Spread of People and Culture in Southeast Asia and the Pacific over the last 15.000 years | Prof. Dr. Stephen Oppenheimer | Dr. Ir. Johan Arif, MT. |
| 11. | Geological History of Sunda Land and The Possibily of The Lost Continent of Atlantis | Prof. Dr. Adjat Sudrajat | Oman Abdurahman |
| 12. | Kebudayaan Austronesia dalam Masyarakat Sunda Kuno | Dr. Agus Aris Munandar | |
| 13. | Batujaya site: between Energy Resources and Archeological Resources | Prof. Dr. R.P. Koesumadinata | |
| 14. | The Relation between Nature, Philosophy dan Cultural Development, Cases Study on World Civilizations | Prof. Dr. H.M. Ahman Sya | Dr. Gugun Gunardi, M.Hum |
| 15. | Philosophy Emerging from Local Wisdom and Culture: Cases study from Ancient Nusantara Maritim & Canals Civilization | Dr. Radhar Panca Dahana |
VII. Peserta
Peserta dan tamu undangan kegiatan Konferensi Internasional tersebut sekitar 300 orang yang mewakili dari berbagai unsur, antara lain:
- Instansi Pemda di seluruh Jawa Barat
- Para peneliti dari Perguruan Tinggi dan masyarakat umum
- Budayawan dan seniman
- Masyarakat pencinta/pemerhati/pelaku budaya umumnya dan budaya Sunda khususnya
- LSM
- Stakeholders
- Sejarawan
- Wakil dari berbagai media cetak, elektronik, dan lainnya sebagai peserta
- VIII. Pelaksana Kegiatan
Pelaksana kegiatan konferensi internasional ini adalah Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.
- IX. Susunan atau Agenda Acara
Susunan atau agenda acara konferensi internasional dimaksud terlampir.
- X. Penutup
Demikian pedoman ini kami sampaikan, semoga pedoman ini dapat sebagai bahan pertimbangan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan Reinventing Sunda in Strengthening the National Culture and Promoting Cultural Diversity, International Conference on Nature, Philosophy, and Culture of Ancient Sunda Civilization ((International Conference on Sundanese Culture), Bogor, 25-27 Oktober 2010.
Mudah-mudahan apa yang diharapkan semua masyarakat Jawa Barat, Sunda khususnya, dan masyarakat di Seluruh Indonesia umumnya di bidang kebudayaan ini dapat terwujud, serta mampu berkontribusi kepada masyarakat global.
Atas kerjasama dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.
Bandung, Juni 2010
PANITIA
[1] Presented in the field trip program at Batujaya site, Karawang
[2] Presented in the field trip program at Batujaya site, Karawang
REINVENTING SUNDA IN STRENGTHENING THE NATIONAL CULTURE AND PROMOTING CULTURAL DIVERSITY
INTERNATIONAL CONFERENCE ON NATURE, PHILOSOPHY AND CULTURE OF ANCIENT SUNDA CIVILIZATION
(INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUNDANESE CULTURE)
Bogor, 25 – 27 Oktober 2010
| NUM | TIME | AGENDA & PRESENTATION TOPIC | SPEAKERS/MODERATOR | |
| SENIN, 25 OKTOBER 2010 | ||||
| 1 | 12.30 – 13.30 | Registrasi Peserta/Undangan | ||
| OPENING SESSION : DI HOTEL SALAK BOGOR | ||||
| 2 | 13.30 – 14.30 | Pembukaan:
- Pergelaran Seni - Laporan Panitia - Sambutan Gubernur - Sambutan Mendiknas - Sambutan Menbudpar sekaligus pembukaan |
SC & OC
Kadis Parbud Prov. Jabar Gubernur Provinsi Jabar Menteri Pendidikan Nasional Menteri Budpar |
|
| CONFERENCE | ||||
| SESSION I : DI HOTEL SALAK BOGOR | ||||
| 3 | 14.30 – 16.00 | Topik : | Penyaji : | |
|
Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. | |||
|
Prof. Dr. Edi Sediawati
Dr. Junus Satrio Moderator : Kadisparbud Prov. Jabar Notulen: Drs. Eddy Sunarto |
|||
| SESSION II | ||||
| 4 | 16.00 – 18.00 | Topik :
|
Penyaji :
Wakil Gubernur Jawa Barat H.R. Hidayat Suryalaga
Moderator : Oman Abdurahman Notulen: Dr. Gugun Gunardi, M.Hum. |
|
| 5 | 18.00 –19.00 | Istirahat, Sholat dan makan | ||
| SELASA, 26 OKTOBER 2010 | ||||
| TINJAUAN LAPANGAN KE KAWASAN PERCANDIAN SITUS BATUJAYA KABUPATEN KARAWANG | ||||
| 6 | 06.00 – 07.00 | Makan Pagi | ||
| 7 | 07.00 – 10.30 | Berangkat ke Kawasan Percandian Situs Batujaya Kabupaten Karawang | Drs. Eddy Sunarto | |
| 8 | 10.30 – 10.45 | Sambutan selamat datang
Culture Performance |
Bupati Karawang/Kadis Budpar Kab. Karawang | |
| 9 | 10.45 -12.00 | Tinjauan Lapangan :
- Site Museum Situs Batujaya - Candi Jiwa - Candi Blandongan |
Pemandu :
Dr. Hasan Djafar Okky S. Jusuf |
|
| 10 | 12.00 – 13.00 | ISHOMA | ||
| SESSION III : DI CANDI BLANDONGAN KABUPATEN KARAWANG | ||||
| 11 | 13.00 – 15.30 | Topik : | Penyaji : | |
|
Dr. Hasan Djafar | |||
|
Okki S. Jusuf
Moderator : T. Bachtiar Notulen: Ir. Oki Oktariadi, MT. |
|||
| 12 | 15.30 – 19.00 | - Pulang ke Hotel Salak Bogor
- Istirahat, Sholat dan Snack |
Drs. Eddy Sunarto | |
| 13 | 19.00.– 20.00 | ISHOMA | OC | |
REINVENTING SUNDA IN STRENGTHENING THE NATIONAL CULTURE AND PROMOTING CULTURAL DIVERSITY
INTERNATIONAL CONFERENCE ON NATURE, PHILOSOPHY AND CULTURE OF ANCIENT SUNDA CIVILIZATION
(INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUNDANESE CULTURE)
Bogor, 25 – 27 Oktober 2010
| RABU, 27 OKTOBER 2010 | |||
| 14 | 06.30 – 07.30 | Makan Pagi | OC |
| SESSION IV | |||
| 15 | 07.30 – 09.00 | Topik :
Book Review on “The Lost Atlantis Finally is Found” and Sundaland Civilization Sites according to Prof.Dr. Arisyo Nunes des Santos
|
Penyaji :
Dr.Frank Josef Hoff
Moderator : Ahmad Y. Samantho Notulen : T. Bachtiar |
| 16 | 09.00 – 09.30 | Rehat kopi | |
| SESSION V | |||
| 17 | 09.30 - 11.00 | Topik :
The Discovery of Perennial Philosophy from the Ancient Civilization, Traditions and Local Indonesian Culture to Solve the Core Problems Modern Human Life |
Penyaji :
Prof.Dr. Harry Oldmeadow
Moderator : Ahmad Y. Samanto Notulen : Oman Abdurahman |
| SESSION VI | |||
| 18 | 11.00 – 12.30 | Topik :
Eden in The East : The Importance of Sea Level Changes over the Sunda Shelf in the Spread of People and Culture in Southeast Asia and the Pacific over the Last 15.000 years. |
Penyaji :
Prof.Dr.Stephen Oppenheimer
Moderator : Dr. Ir. Johan Arif, MT Notulen : Ir. Yakob Malik, M.Pd. |
| 19 | 12.30 – 13.30 | ISHOMA | |
| SESSION VII | |||
| 20 | 13.30 – 15.00 | Topik : | Penyaji : |
|
Prof. Dr. Adjat Sudradjat
|
||
|
Dr. Agus Aris Munandar | ||
|
Prof. Dr. R.P. Koesoemadinata | ||
| Moderator :
Oman Abdurahman Notulen : Ir. Oki Oktariadi, MT. |
|||
| 21 | 15.00 – 15.30 | Rehat kopi & Sholat | |
| SESSION VIII | |||
| 22 | 15.30 – 17.00 | Topik : | Penyaji : |
|
Prof. Dr. H. M. Ahman Sya
|
||
|
Dr. Radhar Panca Dahana
Moderator : Dr. Gugun Gunardi, M.Hum. Notulen : Ir. Oki Oktariadi, MT. |
||
| 23 | 17.00 – 18.00 | Closing Ceremony
- Perumusan Hasil Konferensi - Laporan Ketua SC - Pidato Penutupan |
OC
SC SC Dr. Ir. Tresna Dermawan Kunaefi |
Silakan berbagi tulisan ini melalui jejaring berikut |








Kepada Yth.
Bapak/Ibu Panitia
Salam Nusantara,
Perkenalkan nama saya Made Edy Suparyasa, S.T. Sehari-hari saya bekerja sebagai Ketua Koperasi Global Anand Krishna Bali. Salah satu kegiatan kami adalah menerbitkan buku-buku spiritual termasuk buku-buku yang berkaitan dengan apresiasi budaya nusantara (local wisdom). Beberapa buku sudah kami terbitkan seperti “From Bali to Belo Horizonte” yang mengapresiasi tradisi Sundaland, juga ada “One Earth One Sky One Humankind.” Dan dalam waktu dekat ini kami akan menerbitkan “The Wisdom of Bali” yang mengetangahkan indigenous wisdom of Bali. Saat ini kami juga mempunyai naskah yang berjudul “The Wisdom of Sundaland” karya Bapak Anand Krishna yang mengulas tentang indigenous wisdom of Sundalan yang kami rasa sangat sevisi dengan acara yang Bapak/Ibu laksanakan ini. Buku The Wisdom of Sundaland ini akan sangat bermanfaat untuk lebih menggaungkan wisdom of sundaland ke seluruh dunia.
Berkaitan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Bapak/Ibu sekiranya berkenan untuk menginformasikan alamat yang bisa menghubungkan kami dengan Prof. Dr. Stephen Oppenheimer dan juga representatives of UNESCO dalam keperluan kami untuk meminta semacam Kata Pengantar/Endorsement dari beliau-beliau. Jika Prof. Dr. Stephen Oppenheimer dan salah satu representasi dari UNESCO berkenan memberikan Kata Pengantar/Endorsement, maka kami akan mencetak buku ini sebanyak 1000 pieces sekaligus me-launching-nya pada acara tersebut.
Demikian kami sampaikan, semoga berkenan. Kami mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang pas.
Harapan kami tentunya kita bisa bekerja sama ke depannya untuk mengembangkan local wisdom-local wisdom of Sundaland.
Hormat kami,
Made Edy Suparyasa, ST
http://www.anandkrishnacooperation.org
email: edy@anandkrishnacooperation.org; madeb3st@yahoo.com
Ph. 0361 – 8779752; mobile: 0818 350 712
Turut bergembira, rupanya setelah lama tidak dihargai dan diakui, maka sekarang sunda dan kebudayaannya menjadi bahasan dalam suatu konferensi internasional, namun alangkah baikknya bila seluruh makalah dari konferensi ini dibukukan dan disebarluaskan agar seluruh masyarakat indonesia khususnya dan dunia dapat membacanya.
Terima kasih,
Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, Jaya lah Nusantara, Jayalah Indonesia
maaf, khusus untuk pembuat blog ini , saya merasa berdosa melihat lambang yang anda buat tentang beberapa agama di lingkaran “bangkitlah indonesia” Untuk anda ketahui Allah bukan lambang agama. jadi jangan pernah digabung dengan simbol agama lain. jika perlu cari simbol bintang bulan tks
Pingback: ATLANTIS = INDONESIA, BENARKAH ADANYA????? | demasruroh
I really like your blog.. very nice colors & theme.
Did you create this website yourself or did you hire someone to do it for you?
Plz answer back as I’m looking to construct my own blog and would like to find out where u got this from. kudos
This blog build by myself with supporting template from WordPress